Semoga saja saya termasuk bagian dari mahluk yang berakal

Keinginan, nafsu dan akal seringkali tidak akur. Tapi seringnya  dengan berjalannya waktu akal-lah yang benar.

Dulu saya ingin sekali beli yang namnay iPOD. kepopulerannya hampir saja mengalahkan akal untuk menggeser kebutuhan yang lain. waktupun berjalan … Alhamdulillah saya tidak pernah membelinya, kalaupun saya membelinya barangkali saya akan menyesal sekarang … buat apa coba, wong cuman buat mutar musik, lagian saya bukanlah tergila-gila amat sama musik.

Sebelumnya lagi, saya ingin sekali beli yang namanya flashdisk, kecil dan praktis … dalam hal ini saya kalah .. saya akhirnya membeli juga barang tersebut, padahal terpakai juga cuman sekali dua. sekarang malah saya tinggalkan saja di rumah.

Disini memang nafsu sangat berperan. ditambah sandaran logika "kalau". kalau saya punya anu saya bisa begini, saya akan begitu, saya akan  kelihatan seperti anu. mungkin itu kali nafsu.

Semoga saja untuk selanjutnya saya tidak menjadi orang yang latah, yang suka menuruti nafsu ketimbang akal dan hati.

Leave a Reply