Archive for May, 2008

tenggelam

Sunday, May 18th, 2008

Ikut Termenung dan berfikir, tapi tak tahu caranya menolong .

Beberapa teman, tengelam dalam hutang.

Sejuta, dua juta atau sekian puluh juta barangkali masih masuk nalar saya.

Kalau kemudian hutang itu adalah milyar … Astagfirullah.

Satu dari mereka mempunyai hutang hampir 1.3 Milyar, satu yang lain sekitar 430 juta. Ada apa ini ?

Seperti juga saya, mereka bermaisyah bulanan yang tetap dari hidup sebagai karyawan. Tapi selain maisyah tetap bulanan itu, ada Stress.  Stress yang tidak hanya datang dari maisyah yang sering tidak sebanding dengan kebutuhan dan keinginan, tapi juga dari beban kerjaan, dari hirarki atasan dan bawahan, dari ketengilan teman selevel dan dari hal hal yang lainnya.

Maka ketika iming-iming bisa pindah kuadran dari seorang karyawan menjadi seorang pengusaha. Hembusan angin surga itu direspon dengan sangat berlebihan. Ah …. hembusan angin surga itu memang begitu indah, begitu membuai. Dari seorang yang diperintah menjadi seorang yang memerintah, dari seorang yang mempunyai atasan menjadi seorang yang paling atas, dari seorang yang dikelilingi ketengilan menjadi yang dikelilingi oleh sapaan hormat.

Tapi barangkali yang salah adalah respon yang berlebihan itu. Maka ketika dibutuhkan kekuatan modal yang lebih besar … disitulah awal belitan hutang itu terjadi.

Dan barangkali juga bukan cuma soal uang .. tapi juga ilmu. Saya tahu mereka punya ilmu di bidang kerjaan itu, dibidang dimana usaha itu mau dijalankan, satu punya ilmu sebagai pembimbing haji, satu punya ilmu tentang laboratorium kesehatan. Tapi menjalankan usaha di bidang itu … barangkali ilmu yang diperlukan bukan cuman tehnikal-nya. Tapi juga ilmu mengelola keuangan, ilmu mengelola karyawan, ilmu ber-relasi. Dan satu lagi, dan barangkali ini yang belum dipunyai oleh kedua temanku ini,  ilmu agar mempunyai kekuatan untuk terhindar dari penipuan.

ikhlas

Thursday, May 15th, 2008

Apa itu arti ikhlas ?
kalau diteruskan,
ikhlas itu lillahi ta’ala,
hanya karena Allah,
tidak karena yang lain!
trus apa itu "hanya karena Allah" ?

Guru saya pernah cerita :
jaman dia SMA,
satu dua anak shalat dluha setiap istirahat di mushola sekolah,
karena ini kebiasaan yang baik maka kebiasaan itu ditiru oleh anak anak yang lain,
dan banyaklah yang shalat,
dan gurupun tahu, lalu memuji, tentu saja,
ternyata beberapa anak tidak lagi shalat dluha,
ketika ditanya kenapa ?
Saya takut tidak ikhlas, jawabnya …
Oooo jadi ikhlas itu tidak shalat dluha toh ?
ah rasanya tidak seperti itu dah.

Dan juga ada cerita,
Seorang sufi katanya berdo’a,
Ya Allah,
andaikan shalatku ini bukan lillahi ta’ala,
tapi hanya karena mengharapkan surga, dan takut akan neraka.
Maka jangan masukkan aku ke surga,
Waduh … Nggak dah …
saya tidak setuju dah dengan do’a sang sufi itu,
bahkan Rasulullah yang yang pasti masuk surgapun
berdoa agar terhindar dari api neraka.

shalat

Wednesday, May 14th, 2008

Saya suka membayangkan mendirikan shalat itu seperti menaruh kaki kaki penyangga untuk tenda.
Rasanya tidak bakal berdiri tenda dengan kuat kalau kaki penyangga-nya kurang. bakal miring sana - miring sini. Apalagi kalau tidak ada kaki penyangga sama sekali.
Bahkan terkadang dalam beberapa keadaan, kita memerlukan tambahan kaki agar tenda itu makin kuat.
Ada satu atau lain kesempatan saya merasa begitu galau tanpa sebab, saya langsung berfikir, sudah shalat belum yah saya ? dan kalau memang sudah shalat, saya merasa butuh kaki-kaki tambahan itu …. dengan shalat sunnah.
"Shalat itu tiang agama" kata Rasulullah.
"Kalau kita tidak shalat ashar, sesungguhnya kita seperti telah kehilangan  harta dan  keluarga sekaligus" kata Umar bin Khatab.