kotak pandora
Apa yang ada di hatimu, ketika tanpa sengaja
dirimu bisa membaca daftar gaji karyawan yang secara system teledor
keteter tanpa proteksi yang memadai ?
Apa yang ada di kepalamu ketika rasa penasaran membuat ingin tahu pendapatan seluruh teman2, teman baikmu, teman sekerjamu …
Dan apa yang ada di perasaanmu ketika setelah itu menyadari bahwa
gajimu adalah yang paling kurus dibanding teman2mu … bahkan dengan
juniormu .. bahkan dengan orang yang kamu ajari cara bekerja …
Gejolak … amarah … kesal tak berujung .. tak tahu harus menyalahkan siapa .. dan semangat bekerja-pun otomatis menurun … atau …
“Akh, sebaiknya jangan ceritakan hal ini terhadap istrimu” …
“Saya selalu bilang apapun masalah yang saya hadapi ke istri dan mendiskusikannya ” …
“Yup, tentang apapun yang lain boleh saja cerita masalahmu dengan istrimu, tapi jangan soal ini” …
Teringat saya waktu ngobrol2 sama anak HR. Dia bilang jangan cerita
tentang gaji (orang) ke siapapun, termasuk ke istri. Karena bisa jadi
istri adalah potensi penyebar dan pembanding pendapatan antar karyawan
… ah mungkin itu cerita omong gede teman HR saya saja kali ….
“tapi saya sudah cerita kok, istri cuman minta ke saya untuk sabar” ….
Subhanallah …
Dan pagi ini kulihat dia lagi shalat dluha … bukankah salah satu
fadilah shalat dluha adalah pembuka rejeki … kepada siapa kita mengadu
kalau bukan ke pencipta kita …
…. “Wa in kaana Rizqyy baiidhan faqaribhu …” …