Diantara mereka
Monday, July 3rd, 2006Saya hidup di Indonesia, ditengah tengah orang Indonesia, Sayangnya lebih sering tidak berada di jiwa-jiwa indonesia.
Terlalu banyak orang orang Indonesia yang tidak bangga dengan tempatnya dia berada. Tidak bangga dengan tempat dimana tumbuh tumbuhannya menghidupi mereka. Celakanya, mereka yang tidak bangga itu seringkali adalah mereka2 yang berpengaruh setidaknya secara ekonomi. Menyebalkan sekaligus juga menghawatirkan.
Contoh kecil ketika piala dunia ini, ada saja yang iseng bilang, "Indonesia ini memang negara payah, mencari sebelas orang yang bisa bola saja tidak bisa, padahal ada 200 juta lebih". Ketika coba di-counter dengan "Cina juga nyari 11 orang dari 1 milyar gak bisa", orang seperti ini masih bangga dengan menjelek-jelekkan tempatnya berada sekaligus meninggikan tanah orang lain dengan bilang, "tapi cina olah raga yang lain maju", apa hubungannya … topik kita adalah sepakbola ….
Silau terhadap hal yang berbau luar negeri bagi saya menyebalkan sekaligus juga mengkhawatirkan, mereka sering menjelek-jelekkan Negeri dimana airnya mereka minum setiap hari, dan mengagung-agungkan barat. Ketika saya bilang barat itu mungkin hebat tapi tidak selalu hebat seperti di film film mereka atau saya yakin betul pastilah tidak sehebat yang ada dalam bayangan mereka. Saya pernah baca, ada suatu kejahatan, rumah yang terkena kejahatan menghubungi polisi, apa yang didapat ? answering mesinlah yang menjawab, bukan polisi. Pun untuk hal2 kecil, yang di Indonesia ini sering mengesalkan terjadi juga di negara2 eropa, seperti saya pernah baca kalau di sebuah setasiun ada orang yang merusak tempat penitipan otomatis agar orang menitipkan barangnya ke tempat penitipan manual.
Kemarin, trainer dari singapure berkata kalau nmereka bisa check in lewat SMS, Ok that’s good, terus dia bilang kalau di hongkong, sekarang kita bisa check-in di plaza trus menaruh bagasi kita, dan kita bisa jalan2 dulu sampai sekian waktu menjelang keberangkatan. Saya bilang, di Indonesia itu sudah lama sekali ada, sejak jaman sempati air yang bangkrut itu masih ada, dan garuda sudah melakukannya hampir di setiap kota yang mereka singgahi. Jawaban mereka "itu lain mereka lebih baik". apanya …………………….
Saya terlahir disini, berat badanku yang sekarang 100 kg-pun saya yakin lebih banyak terdiri dari tumbuh-tumbuhan dan hewan yang ada di sini.