Archive for June, 2006

Hari Kamis

Thursday, June 29th, 2006

Terus terang saya selalu merasa demam setiap hari kamis, berangkat kantor pun selalu deg2an nggak karu2an. Dan saya merasa demam itu tidak berhenti sebelum jam lima sore menjelang. Ini stress pikiran yang sudah menjadi stress pisik.
Kamis adalah hari CIM, Continues improvement management. Kamis adalah dimana kami diminta untuk ngasih tahu progress dari kerja. Dan karena saya tidak begitu baik kerjanya maka saya selalu saja merasa tidak nyaman.
Saya sudah berusaha untuk mengubah sifat kerja dengan baik, tapi ampuun berat bagi saya, bolak balik saya mengulangi kesalahan dan progres kerja memang tidak maju2.
dan disitulah akar permasalahan awal demam mingguan setiap kamis.
akar permasalahan lebih jauh lagi tentunya mencintai jenis pekerjaan, Ini dia .. mungkin saya enjoy pada pekerjaan yang sekali shoot selesai, tidak pada jenis kerjaan yang terus menerus mendevelop

Udah ah nulisnya … anggap aja tulisan ini konsep nanti saya tambahin kalau kamis menjelang lagi.

yang Lucu dan yang sedikit menyebalkan dg bank

Wednesday, June 21st, 2006

Kita selalu berfikir kalau bank itu adalah bisnis yang ditunjang tehnologi canggih dan juga dijalankan oleh orang2 canggih.

Tapi saya punya beberapa catatan yang lucu dan yang sedikit menyebalkan.

Suatu saat kartu ATM Niaga saya tercecer (di rumah) dan saya mencari berhari2 tapi benar2 gak ketemu. Di jaman modern ini khan (cieee) ATM sudah jadi kebutuhan primer, jadi gak megang ATM benar2 tidak nyaman, apalagi kalau ngambil uang kecil musti ke teller … selain tidak praktis … bisa2 dipelototin deh. Maka saya ngelapor jujur ke Customer service Niaga kalau ATM saya tercecer di rumah dan gak bisa saya temukan lagi.
Customer service manyarankan agar saya ngelapor ke polisi sekaligus juga dia blok ATM tsb. Saya bilang ganti baru aja gak usah pake ngelapor ke polisi, Cust service bilang gak bisa, kalau hilang prosedurnya harus begitu… yo wis saya pulang. Males urusan dengan polisi saya cari lagi ATMnya di rumah, kali ini ketemu. besoknya saya ke bank Niaga lagi, bilang kalau ATMnya sudah saya temukan, ternyata Customer service itu tetap mengharuskan saya melapor ke polisi kalau saya ingin punya ATM lagi …. Bukan main konyolnya …

Cerita lain lagi …

Pernah suatu waktu saya punya standing instruction di bank BNI pasar minggu agar setiap bulan tranfer dari rekening saya ke rekening adik saya di bandung ITB.
bulan bulan awal standing instruction berjalan lancar, dan saya menikmati ketidakrepotan itu sampai suatu saat adik saya ngasih tahu kalau transfernya gak dateng padahal sudah lewat dari seminggu. Saya dateng ke CS (customer service)-nya.
Dia bilang dia gak bisa transfer karena saldo di rekening saya gak sampe tiga kali besarnya transfer, saya bilang kok saya gak dikasih tahu kalau ada keharusan saldo saya harus ada tiga kali besarnya transfer. Jawab CS itu enak saja … "Makanya sekarang saya kasih tahu" …. duuuh ampuuun.

Kalau di Bank Mualamat lain lagi, saya punya standing instruction untuk transfer ke rekening lain sebesar 150.000 setiap bulannya, dan ini sudah berlangsung cukup lama, mungkin sudah jalan hampir 6 tahun. suatu waktu ketika saya mau menarik uang di ATM saya dibilang saldonya tinggal gak sampai 50.000, padahal terakhir saya merasa ada 700.000 lebih. wah  kemana nih saldo saya … maka saya hubungi call center nanya list of transaksi … ternyata standing intruction saya dijalankan 5 kali sekaligus dalam satu waktu (5 * 150.000) karena lima bulan sebelumnya gak dijalankan. Duuuuh .. Kasus ini membuat saya paceklik sepanjang bulan itu.

Teman saya ingin mencoba mobile banking Bank Mandiri, dalam beberapa jenis fitur seperti lihat list of transaksi berhasil, tapi waktu melihat saldo selalu dibilang passwordnya salah, waktu ngomong dengan CSnya dibilang "Kalau passwordnya salah, berarti bapak salah memasukkan password", teman saya ngotot kalau dia benar memasukkan password, setelah tiga kali ngotot, CS-nya mengoper ke temannya, temannya baru jawab  kalau fitur check saldo tidak bisa lewat mobile banking, bisanya lewat SMS banking, dengan instruction "SAL 1 <pin>". Sialnya teman saya lupa nanya itu SMS dikirim ke nomor mana, maka dia balik telp CS-nya dan bertanya "mbak, itu SMS-nya dikirim ke mana ?", jawab CS itu … "ya ke telp bapak …" duh … jawaban yang asal jadi …