Archive for May, 2006

‘Ukasyah

Monday, May 29th, 2006

Ketika kukabarkan tentang anakku yang meninggal kuberi nama Abdurrahman dan ‘Ukasyah, seorang teman nyeletuk, "Oh … laki-laki dan perempuan bayinya". Yang dia maksud dengan perempuan itu ‘Ukasyah, yang ditelinga orang Indonesia lebih mirip nama perempuan.

Tidak ‘Ukasyah bukan nama perempuan, ‘Ukasyah adalah laki-laki, Salah seorang sahabat nabi yang dijamin maksud surga.

Salah satu fragment dimana ‘Ukasyah sebagai pelakunya adalah ketika haji wa’da dan agama islam sudah ditetapkan sebagai agama yang sempurna, kemudian semua sahabat berkumpul karena mereka tahu bahwa Rasul yang mereka Cintai akan segera meninggalkan mereka.

Dan Rasul bertanya. "Wahai sahabat, kalian tahu umurku tak akan
lagi panjang, Siapakah diantara kalian yang pernah merasa teraniaya
oleh si lemah ini, bangkitlah sekarang untuk mengambil kisas, jangan
kau tunggu hingga kiamat menjelang, karena sekarang itu lebih baik."
Setelah diulang 3 kali dan tidak ada yang menjawab, maka berdirilah ‘Ukasyah.

"Ya Rasul Allah, Dulu aku pernah bersamamu di perang Badar. Untaku dan
untamu berdampingan, dan aku pun menghampirimu agar dapat menciummu,
wahai kekasih Allah, Saat itu engkau melecutkan cambuk kepada untamu
agar dapat berjalan lebih cepat, namun sesungguhnya engkau memukul
lambung sampingku ucap Ukasyah."

Abu bakar dan Umar berusaha mencegah dan bersedia untuk menggantikan Rasul untuk di kisas, Tapi Rasul melarang, "Wahai Abu Bakar
dan Umar, duduk lah kamu, sesungguhnya Allah S.W.T. telah menetapkan tempat
untuk kamu berdua."
Begitu juga Ali, Hasan dan Husain berusaha mencegah, tapi Rasul tetap melarang dan membiarkan ‘Ukasyah untuk mengambil balas mencambuk tubuh beliau.

"Ya Rasul Allah, saat Engkau mencambukku, tak ada sehelai kainpun yang
menghalangi lecutan cambuk itu". Tanpa berbicara, Nabi langsung
melepaskan ghamisnya yang telah memudar. Dan tersingkaplah tubuh suci
Rasulullah. Seketika pekik takbir menggema, semua yang hadir menangis
pedih.

Melihat tegap badan manusia yang dimaksum itu, Ukasyah langsung
menanggalkan cambuk dan berhambur ke tubuh Nabi. Sepenuh cinta
direngkuhnya Nabi, sepuas keinginannya ia ciumi punggung Nabi begitu
mesra. Gumpalan kerinduan yang mengkristal kepada beliau, dia tumpahkan
saat itu. Ukasyah menangis gembira, Ukasyah bertasbih memuji Allah,
Ukasyah berteriak haru, gemetar bibirnya berucap sendu, Tebusanmu,
jiwaku ya Rasul Allah, siapakah yang sampai hati mengkisas manusia
indah sepertimu. Aku hanya berharap tubuhku melekat dengan tubuhmu
hingga Allah dengan keistimewaan ini menjagaku dari sentuhan api
neraka.

Dengan tersenyum, Nabi berkata: Ketahuilah wahai manusia, sesiapa
yang ingin melihat penduduk surga, maka lihatlah pribadi lelaki ini.
Ukasyah langsung tersungkur dan bersujud memuji Allah. Sedangkan yang
lain berebut mencium Ukasyah. Pekikan takbir menggema kembali. Wahai,
Ukasyah berbahagialah engkau telah dijamin Nabi sedemikian pasti,
bergembiralah engkau, karena kelak engkau menjadi salah satu yang
menemani Rasul di surga. Itulah yang kemudian dihembuskan semilir angin
ke seluruh penjuru Madinah.

Kesan dan pesan

Sunday, May 28th, 2006

Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun adhdhamallah ajrak wa ahsana azaak.Taqobbalallah a’maalahush sholihah wa adkhala fasiiha jannatih.amiin
%%% Dari ust. Abthol %%%
—————————————–
Di sini, di rumah sakit ini, banyak sekali ujian-ujian tambahan, suara tangis bayi, suara detak jantung janin yang diperiksa.
%%% Draft, tidak dikirim kemana mana %%%
—————————————–
Dok, kami yg jelas terpukul, tidak tahu lagi untuk apa stay lebih lama lagi di ruang perawatan, memikul beban berdua.
%%% Mau dikirim ke Dokter Gatot, tapi dokternya duluan visit %%%
—————————————–
Innalillahi wa innailaihi raji’un. Semua yang hidup akan kembali. Anak2 mendahului, kitapun akan demikian. Semata2 kuasa Allah. Kesabaran dan pasrah adalah keutamaan dlm menyikapi suatu ujian ALLAH. Wass from Biz team
%%% Bizz team, tempat ayah Abdurrahman dan ‘Ukasyah nyari maisyah %%%
—————————————–
+ Abdurrahman dan ‘ukasyah kami sudah duluan sampai. Tinggal sekarang ayah dan ibunya tertatih
  berjalan dengan tujuan yang sama, ridha Allah..
- Ass.maaf.ini siapa ya?ana blm simpan no ini.apa yg terjadi?smg allah slalu melindungi
  antm.syukran.akmal syafar.
+ Ana Yatno ustadz, yang ikut program tahsin di Alfalah.
- Ya.ana gak lupa.apa maksudnya "sudah sampai"?
- Ass.ada apa dg abdurrahman n ukasyah?sptnya brt duka.smg antm sabar.
+ Alhamdulillah, anak kembar kami sudah duluan menghadap Allah.
+ Iya ustad. Istri ana kemarin melahirkan bayi kembar, cuman pada usia kandungan 5 bulan, Jadi
   langsung meninggal.Awalnya ketubannya bocor,
+ Awalnya ketubannya bocor, dan akhirnya janin ingin keluar, walau sudah diusahakan agar tidak
  kontraksi, tapi tidak berhasil.
- Innalillah wainna ilaihirajiún.smg allah melipatgandakn kebaikn buat antm seklrg n mengganti dg
  yg lbh baik.amìn
%%% dengan ustadz Akmal, Ustadz yang saya cintai, dan lagi menimba ilmu di alazhar mesir %%%
—————————————–
"tiada seorg pun diantara km yg kmatian 3 ank, mlainkan mrk itu nnti akn mnjadi dinding dr api neraka. Maka seorang wanita btanya: kl 2 org ank bgmn? jwb nabi: jg 2 org ank" (Al-Hadits). Smoga Allah  beri pahala dr musibah ini&mgantikan bagi kalian yg lbh baik. -Nurman-
%%% Nurman %%%
—————————————–
Innalilahiwnilhrjn, kami turut prihatin, sabar ya mbak, segala sesuatu pasti ada hikmahnya, mgkn Allah punya rencana lain yg lebih maslahat bagi embak sekeluarga
Maaf kami baru mengetahui musibah ini. Malam nanti saya sama fachri ke jkt, ikut rombongan keluarga, ada sepupu di jkt (cipinang) mau k, pengennya mampir ke  ciputat, tapi gak tahu bisa enggaknya soalnya ikut rombongan, dan gak bisa lama2 krn ade riza gak dibawa.
%%% Dari adik ipar %%%
—————————————

Abdurrahman dan ‘Ukasyah

Sunday, May 28th, 2006

Abdurrahman dan ‘ukasyahku duluan sampai, Sampai ke Ridha Allah, Sampai tanpa harus melalui dulu hiruk pikuknya dunia, Sampai insya Allah untuk menyambut ayah dan ibunya, yang sekarang lagi berjalan tertatih, di tengah hiruk pikuk dunia, untuk  Insya Allah menuju tempat yang sama, ridha Allah jua.

Allahu akbar, Abdurrahman dan ‘ukasyah kami, 5 bulan sudah ada di hati kami, kami usahakan agar tumbuh dengan baik di kandungan, ada sakit sedikit langsung ke dokter, ada keluhan sedikit langsung periksa, tapi Allah berkehendak lain, pada kandungan 18 minggu, Kantong janin dimana Abdurrahman tumbuh, bocor, dokter menyebutnya sebagai ketuban pecah dini. Allahu Akbar.

Istriku langsung diminta bedrest, menunggu sampai janin cukup umur untuk dilahirkan, diinfus dengan cairan brikasma agar mules dan kontraksi tertunda. Bedrest, tidak kemana mana bahkan tidak ke kamar kecil sekalipun. Dengan harapan walau ketubah sudah merembes, Abdurrahman tetap nyaman di  kantong janinnya.  Tapi  sekali lagi, Allah berkehendak lain, rabu 17  mei 2006 Abdurrahman tetap ingin keluar, kepalanya sudah di ujung rahim, setelah semalaman mules,  subuh jam 5.15  akhirnya Abdurrahman keluar, terlalu kecil  untuk bisa bertahan hidup. Allahu Akbar.

Secara teori, tidak pernah ada kandungan kembar  dimana satu janin lahir, janin satunya  tetap bertahan. Tapi  setelah Abdurrahman lahir, di USG terlihat ‘Ukasyah terlihat baik dan nyaman, Air ketuban cukup, kantong janin bagus, gerak baik, detak jantung juga baik, harapan itu .. subhanallah tetap membuat hati ini masih bisa tersangkut. Maka sekali lagi istri diminta bedrest, dan cairan brikasma tetap disalurkan ke badan istri saya.

Tapi Allah Maha BerKehendak, Selasa  23 mei 2006, Kantung janin tempat ‘Uksyah dibesarkan pecah. Ya Allah Ya Rahman …. Engkau memang lebih mencintai Abdurrahman dan ‘Ukasyah kami, kami tahu engkau penuh dengan Cinta. Pagi itu ‘Ukasyah juga lahir, satu minggu setelah saudara kembarnya lebih dulu lahir. Walau dengan mulut berusaha bernafas, tangan menggapai gapai, kaki menendang … tapi engkau masih terlalu kecil ‘Ukasyahku … setelah tiga jam detak jantung ‘Ukasyah berhenti … Inna lillahi wa inna ilaihi Rajiuun … bukankah kita semua ini milik Allah …. Ayah dan ibu juga milik Allah …. Tangis ini sudah kucoba untuk tidak keluar, tapi masya Allah, saya tidak mampu untuk menahannya….

Panjang, jalan terlalui dalam merengkuh harapan ini. Berliku walau di ujung tetap tak pasti. Tapi kami telah diajar, berputus dalam harapan adalah dosa. Dan kamipun telah mengerti, indahnya suatu usaha, karena itu dasar dari pahala dari Rabb aja wazalla, Semoga ….

Pengendalian hati itu adalah ……..

Thursday, May 4th, 2006

Lantas dimana dan kapan sebetulnya seorang teman layak menjadi "teman" ?
Semuanya … Percayalah …
Ada quote yang saya suka baca  "Kalau setiap orang adalah guru, maka setiap tempat adalah sekolah". Ya betul begitu … kapanpun dan dalam keadaan bagaimanapun serta model bagaimanapun hati dirimu menerimanya, sakit, kesal, senang, indah, menurunkan semangat, menaikkan semangat … karena pada dasarnya semua itu tidak lebih dari keadaan hatimu. Kendalikan dirimu … jangan mencoba mengendalikan orang lain … yang bisa kamu lakukan adalah memberi nuansa ke hatinya … kalau ternyata salah sambung … balik lagi kendalikan hatimu, setiap orang adalah guru, setiap tempat adalah sekolah, setiap hasil adalah langkah majumu, baik itu hasil yg gagal ataupun hasil yang sukses.
Ada temanku, yg ketika dia "moodnya" baik … ngomongnya enak, ketika "moodnya" jelek, omongannya cenderung memaki, menangkis, salah menerima, dan merendahkan … tetapi ketika moodnya enak, maka cukup bisa untuk menjadi tempat curhat yang lama dan nyambung.
Maka, ketika orang menyanjungmu … adakah kamu jadi jatuh karena kesombonganmu, atau kamu makin menanjak karena  menambah  kesemangatanmu.
atau ketika orang merendahkanmu … adakah kamu jatuh karena marahmu, kesalmu atau karena salah dalam mengendalikan hatimu … ataukah kamu makin menanjak karena kesabaranmu dan kemampuanmu dalam mengambil ibrah (pelajaran) dari hal itu …
Begitulah …

Rapihkan, baru otomatisasi

Thursday, May 4th, 2006

"If you have not efficiently worked out the manual process, it will not
be clear where you need automation to support the process."

Saya dapat kalimat ini dari buku toyota way.

Pada dasarnya memang, kita seringkali merasa butuh alat untuk meneyelesaikan suatu pekerjaan. Padahal belum tentu alat tsb tepat.

Komputerisasi seringkali dianggap sebagai obat mujarab dari suatu keruwetan proses.
Pada beberapa hal memang betul.
tapi tetap harus diingat bahwa tanpa mempunyai proses yang benar pada waktu manualnya, komputerisasi seringkali tak lebih hanya memperbesar masalah. Ada banyak contoh dimana masalah timbul diujung ketika hal itu tidak bisa lagi di roll back, dan hanya policy yang bisa menyelesaikannya, itupun dengan keputusan yang pahit.

Maka jangan pernah menganggap tidak penting keberadaan Human, human tidak pernah akan tergantikan. karena humanlah sesungguhnya hal yang terpenting dalam suatu proses bisnis baik terkomputerisasi atau manual.