Celoteh anak

Lucu, itu kata yg paling tepat untuk mengomentari celoteh anak.
kemarin anak saya (3 tahun) diminta untuk beli ke tukang sayur yg lagi mangkal di tetangga yang agak jauh dari rumah, selain kami emang lagi agak males jalan, juga agak iseng meminta dia untuk berbelanja sekedar ingin tahu dia bisa apa enggak. Jadi kami kasih dia uang dan juga secarik kertas yang berisi tulisan belanjaan yang mau dia beli.
ujian pertama: menyebrang jalan utama kompleks. Kami bilang agar lihat-lihat ada motor apa enggak, kalau ada jangan nyebrang dulu. Gak lama setelah suara gerbang pagar terdengar dibuka dia teriak … bismillah (*tarik nafas*) irrahman (*tarik nafas*) irrahim, lalu lari menyebrang .. subhanallah .. senang sekali melihatnya  :-)
Sampe di tukang sayur dia serahin kertasnya ke tukang sayur.
Mbak War, khadimat di tempat tukang sayur mangkal iseng ngegodain:
"Sudah emam yah kok lari-lari kesininya"
"Iya sudah emam  pake ikan" jawab anak saya
"Oh ya pake ikan, ikan apa ? ikan hiu ?" goda Mbak War
"iya pake ikan hiu" jawab anak saya, gak tahu ngerti apa enggak ikan hiu itu yang model bagaimana.
"Wah serem dong, ikan hiu khan besar, masa dimakan ?" kata mbak war lagi sambil ketawa …
"Khan sudah digoreng" jawab anak saya.
akhirnya semua yang ada di situ pada ketawa "nyimak juga nih anak …" kata mbak War.
he he he he  touche kata orang perancis … jangan nganggap enteng anak kecil yah   :-) 

Leave a Reply