Harapan
Topic yg paling dominan pada tahun ini dalam kehidupan kami adalah bayi, hamil, dan harapan …
Hari hari yang paling banyak dilakukan selain bekerja adalah hari2 berkunjung ke R.S. Harapan Kita.
–*———————————————–
"Sus, si cut kembar, saya kok tidak ?" Protes seorang calon ibu yg ikut program melati. Cut adalah panggilan istri saya.
"Eh, harus disukuri loh, apa enggak lihat banyak juga yang gagal waktu ikutan program ini ?" jawab suster
"Iya sih …." akhirnya si pemrotes terharuskan menjadi sadar.
Agak lucu juga sih ngobrol dengan teman seangkatan program satu ini. pernah dia bilang "Si cut dapat dua, kita cuman satu sementara biaya dan harga obatnya sama". duhhhhhhhhhh
–*———————————————–
"Saya protes, kenapa ketika masa genting, Dr Muchsin tidak ada. Sehingga kami gagal di saat yang amat penting ini." ungkap seorang yang kecewa. Embrio mereka tidak berkembang , padahal mereka baik suami2 atau istri2 sama sama bagus kualitas sperma dan ovumnya. Dan mereka sama sekali tidak ada treatment tambahan selain dari yg sudah dijadwalkan sebelumnya. Dr Muchsin adalah spesialis patologi klinik yang menangani pencampuran ovum dan sperma. Kebetulan pada waktu OPU (ovum pic up) Dr Muchsin lagi ada di thailand sedang ada seminar, tapi tentu saja dia punya asistennya, dan penanganan pencampuran itu juga selalu dikakukan oleh asistennya (dengan pengawasan Dr muchsin, kalau beliau ada). iya … mereka menyandarkan kekecewaannya pada ketidakhadiran Dr Muchsin ketika proses mereka dijalankan.
"Kami juga tidak mengerti, kasus ini jarang sekali, baik ovum2 anda atau sperma2 anda semuanya bagus. Nanti kami pikirkan, apalagi kita teman sejawat." jawab Dr Yuslam yg kebagian jaga, dan tentunya kebagian menyampaikan berita tidak mengenakkan itu ke mereka. dikatakan teman sejawat karena kebetulan teman2 seangkatan kami ini adalah dua2nya dokter. si istri dua2nya dokter, suami 1 dr satu pengusaha.
later on …
"Anda berdua boleh mengulang lagi dengan program ICSI dengan biaya hanya 16,5 juta."
Biasanya untuk program ICSI dibutuhkan biaya 49 juta.
–*———————————————–
"Cut, saya kemarin habis jalan2 ke mal ambasador loh." Andi, orang makasar, teman satu program kami cerita.
Kami, yg ikutan program melati di Harapan kita ini, ada menyebut satu tempat dengan nama gosip corner. Karena yang ikutan program melati menunggu dan bercerita ditempat ini.
"Loh khan baru saja ET (embrio transfer)," Jawab istri saya.
"Habis saya rasanya bisa mati kebosanan kalau saya diam di rumah saja …" tukas Andi.
"waduh, musti hati2 loh jeng."
later on ….
"Saya ingin menangis sekeras kerasnya nanti malam , sekeras kerasnya sampai tak ada lagi air mata tersisa, sesudah itu sudah … selesai." kata bu Andi, kecewa …. Dia haid sesudah satu minggu ET. Ya Allah ya Rahman …..
"Ini memang suami saya, semenjak lahir kualitas sperma dia tidak bagus" lanjutnya
"Bu, kalau ada ET (embrio transfer) bukankah itu sudah satu bukti, kalau sperma suami ibu mampu membuahi ovum ibu" istriku menjawab, berusaha tidak menjudge siapapun ….
"Iya sih …." kata Andi
"Suamiku bilang dia ingin mengulang lagi di bulan april" lanjutnya.
yup … saya suka berkata sama istri saya …
bisa jadi kita tidak punya apa2 di dunia ini, tapi jangan sampai kita tidak punya harapan ….
Allahu akbar!!
March 17th, 2006 at 9:20 pm
mas yatno ma pipi…. kembar nih babynya?! Alhamdulillah….. bener deh aku seneng banget bacanya. liat nih..nyengirnya aja lebaaar banget. Mudah-mudahan sehat terus… ibu pipi yang hati-hati ya… jangan pecicilan.
btw, mas yatno kok judul blognya ngeracau? bukannya ngeracau itu identik dengan ocehan tak bermakna.Padahal tulisan anda bermakna loh! Terutama artikel tentang matematikanya. Aku harus bolak-balik bacanya. maklum agak lemot kalo soal matematika. oya.. apa betul pandai atau tidak pandai math. itu bakat bawaan spt kata mas yatno? Aduh…. bagaimana nih nasib anak cucu-ku..
March 20th, 2006 at 2:56 am
Ah si ibu … itu memang ngeracau .. tak ada uji ilmiah apapun dari komentar2 saya (tulisan2 saya).
Makanya tulisan sayapun jadinya membuat ibu bingung kalau kalau matematika itu hanya bakat bawaan, padahal tidak selalu … kebetulan guru matematika saya dari SD sampe kuliah cantik2 … ups … maksud saya baik2 dan pintar2 ngajar, sehingga saya tertarik betul dengan matematika.
March 22nd, 2006 at 5:38 pm
Alhamdulillah.. turut bahagia baca tulisan `harapan` ini.
Semoga menjadi anak-anak shaleh, qurrata`ayyun, thyyib lahir dan batin. Mudah-mudahan saya pun dapat diberi kepercayaan dapat merasakan keberhasilan program seperti itu. Insya Allah