Ciledug ….
Dulu saya kost di ciledug sampai 8 tahun, bukan waktu yang pendek, dan membuat saya banyak kenal mereka yang tinggal di sana.
Ada seorang teman akrab yang orang tuanya tinggal di sana.
Pas kami masing2 berumah tangga saya pindah ke pamulang, dan ternyata teman saya ini pindah ke Pamulang juga, kompleks kami bertetanggaan. Jadilah kami sering ketemu, selalu ada bahan untuk ngobrol, cerita2 masa lalu.
Minggu 26 februari ayah teman saya ini meninggal. Dan saya ikut melayat, cukup lama, dari pagi jam 8 sampai jam satu siang. Kayak pulang kampung, ketemu teman teman yang lain, bapak2 yang lain. cerita2 … Si ini telah jadi ini, si anu sekarang begitu dst.
Ada seorang bapak lewat, **dug** , o ma’ …. ini ayah pacar saya dulu (he he he he).
Saya berdiri, bangun, mendekat, dan menyapa dengan hormat, bersalaman.
"Oh nak Yatno, apa kabar ?"
"Alhamdulillah pak, sehat, bapak sehat juga khan ? …"
"Alhamdulillah … eh ini anaknya yah .."
saya memang ke sana sambil bawa Diah, ibunya (istriku
) lagi hamil, jadi saya membawa Diah biar ibunya bisa tenang.
"Iya pak … " jawabku …
"Eh ayo main nak Yatno … "
"Siti ada di rumah juga loh " lanjutnya sambil berbisik ….
Wadooooowwww bapak ini, bikin saya agak termenung sebentar, mencari tahu tahu makna lain dari kalimat terakhirnya, apa maksudnya, kok sambil berbisik, sejenak Ge-eR saya tumbuh, sejenak yang lain sebel saya muncul, ah bapak ini kenapa sih, saya khan dah nikah, Siti juga sudah, saya ke sini bawa anak, dan Siti juga sudah punya anak, nanti kayak lagunya bruri pesolima lagi —sepanjang jalan kenangan, … dst … engkau telah berdua, dan akupun begitu …. —-.
"Makasih pak, Insya Allah lain kali saya main " jawabku tetap hormat.
Getar2 itu muncul sejenak, sejenak yang lain .. teringat umi Diah di rumah, istri yang subhanallah, yang selalu ada alasan bagiku untuk mencintainya.
Ah … itu Ge-eR ku saja … aku mencoba meredam diri. mungkin maksud bapak ini khan baik baik saja. he he he he
Siangnya ketemu lagi, "Salam dari ibu (istri beliau) katanya salam, dan suruh main ke rumah …" Kali ini tidak sambil berbisik.
Ah kali ini saya yakin, maksud bapak ini baik2 saja kok (*** lah memang ***
)
he he he he … yatno yatno …jagalah hatimu …
March 19th, 2006 at 11:45 pm
semoga kita tetap diberikan rahmat untuk mencintai seseorang hanya karena Allah..
– yg digang III itu? –