Ayah ayah ayah ya ayah ….
Saya yakin betul, pandangan anak terhadap ayahnya adalah hasil didikan ibunya. Kalau kemudian seorang anak membenci ayahnya, dan ini tidak sedikit, bagaimanapun itu bentuk kegagalan sang ibu dalam mendidik anaknya. Anda boleh protes, tapi rasanya banyak contoh2 seperti itu. Begitu juga, ketika seorang anak sangat bangga dengan ayahnya, ini juga karena sang ibu selalu mengajarkan ke anak kalau sang ayah adalah orang yang terbaik di rumahnya, di keluarganya. Kalau istri gampang mengeluh tentang kelakuan suaminya, apalagi keluhan itu sampai ketahuan sama anaknya, hampir pasti sang anakpun makin kehilangan kebanggaan terhadap ayahnya. Tapi kalau sang istri bisa mengendalikan diri, selalu bisa mengarahkan agar sang anak bangga terhadap ayahnya, Insya Allah sang anakpun akan bangga kepada ayahnya. Dan cobaan yang paling kuat bagi seorang istri, adalah ketika sang suami mulai tertarik dengan wanita lain, apakah tertariknya itu syar’i (dengan menikahinya) atau tidak (ini lebih parah, ‘audzubillah). Betapa banyak anak yang ikutan kalang kabut ketika sang ibu gundah, dan akhirnya sang anakpun lepas, liar (naudzubillah), atau ya itu tadi … sang anak tidak lagi hormat ke ayahnya. Bagaimanapun keluarga itu gabungan dua orang, suami dan istri. Saya ada tahu suatu keluarga, istrinya cukup berpengaruh (dalam arti baik), banyak keputusan penting dalam keluarga itu yg datang dari ibu atau dari keinginan sang ibu, ketika sang ayah meninggal, ternyata ibu yang tegar itu kadang agak ngambang, kelihatan keputusan2nya tidak setajam dulu. Contoh yang sukses ….BANYAK…… Di kompleks saya pernah tinggal keluarga, kemudian keluarga ini pindah ke australia, bisnis dari keluarga ini mengharuskan sang suami sering bolak balik ke Indonesia. Sampai akhirnya sang suami pun punya istri juga di Indonesia, ketika hal ini ditanyakan ke istrinya yang di australia, jawaban dia … subhanallah … "Itu fitrah, saya mendukung, ketimbang dia tidak syar’i" … subhanallah. Terakhir, saya mendengar kalau mereka berdua (sang suami dan istrinya yg di australia, pergi haji bareng dan berangkat dari Indonesia). Contoh yang lain, sangat populer, pak Puspo pemilik wong Solo. Semoga beliau istiqamah. Saya sering membaca kalau anak2 mereka sering mendatangi ibu2nya yang lain, hormat, bisa mengadukan masalah ke ibunya yang lain itu. Subhanallah. Anda boleh protes dan bilang, Tulisan ini sangat setereotip pria, sangat mengakomodasi keinginan laki laki. Tapi anda pasti sepakat dengan topic awal saya, "Pandangan anak terhadap ayahnya, sesuai dengan bagaimana sang ibu mengajarkan tentang ayah kepada anaknya".
March 22nd, 2006 at 3:03 am
Tulisannya kekecilan….hjääääälp! Bacanya ampe 5 cm dari monitor..heheheh